Selasa, 31 Oktober 2017

Apa itu Komunitas Tritunggal Mahakudus?



Komunitas Tritunggal Mahakudus (selanjutnya disebut KTM) lahir dalam suatu retret yang diadakan di Ngadireso pada 11 Januari 1987 di Ngadireso. Retret ini dihadiri oleh saudara-saudara dari keuskupan Malang dan Surabaya. Pada waktu itulah untuk pertama kalinya KTM lahir dan terus berkembang hingga hari ini. Karena pembentukan komunitas itu terjadi pada tanggal 11 Januari, maka baiklah tanggal 11 Januari 1987 kita tetapkan sebagai hari jadinya KTM.
            Alasan dasar mengapa saya mendirikan KTM adalah suatu kesadaran ganda, yaitu:
1.   Untuk terus tumbuh dan berkembang dalam hidup baru dan hidup dalam Roh, dalam situasi zaman ini, umat membutuhkan orang-orang lain yang seiman dan sekeyakinan untuk tumbuh bersama di dalam Tuhan. Dengan kata lain, mereka membutuhkan suatu komunitas.
  1. Dalam Gereja dibutuhkan kader-kader awam yang sungguh-sungguh karismatik dan sungguh-sungguh Katolik.
Pada waktu itu saya melihat, bahwa orang-orang yang terjun dalam Pembaharuan Karismatik memang sungguh-sungguh diperbaharui hidupnya dan bersemangat besar setelah mendapat pencurahan Roh Kudus. Itulah sebabnya juga mengapa dengan gigih saya terus memperkembangkan pembaharuan itu, walaupun untuk itu saya harus banyak menanggung penderitaan. Namun saya juga melihat, bahwa untuk berkembang secara benar, baik ke dalam maupun keluar, dibutuhkan suatu pembinaan yang terarah dan teratur. Kehidupan karismatik dalam persekutuan doa biasa umumnya tidak memadai. Pada waktu itu saya juga sudah melihat, bahwa banyak sekali rang-orang Katolik, khususnys di Jakarta, yang terjun dalam pembaharuan karismatik, telah terkontaminasi secara tidak sehat oleh kelompok-kelompok nonKatolik, sehingga tanpa disadari iman mereka tidak murni Katolik lagi. Bahkan ada tokoh-tokohnya yang meremehkan sakramen-sakramen, Bunda Maria, dll. Karena itu, setelah mempertimbangkan semuanya, saya terdorong untuk mendirikan suatu komunitas awam dengan ciri-ciri berikut:
  1. Suatu Komunitas yang seutuhnya karismatik dan seutuhnya Katolik
  2. Tempat pembinaan kader-kader awam yang handal, yang memberikan jaminan mutu, yang setia dan berdedikasi tinggi.

Dengan demikian anggota-anggotanya diharapkan dapat menjadi:
1.      Orang-orang Katolik yang penuh iman dan Roh Kudus, mengenal Allah secara pribadi dan menjadikan Yesus Kristus pusat hidupnya.
2.      Orang-orang Katolik yang dewasa, yang dapat mempertanggungjawabkan imannya serta yang mencintai Gereja.
3.      Saksi-saksi Kristus yang meyakinkan, yang dapat memberikan kesaksian tentang Yesus Kristus dalam lingkungan hidup masing-masing.
4.      Orang-orang Katolik yang memiliki semangat pelayanan sejati, yang dapat melakukan pelayanan terpadu sebagai komunitas dalam kesatuan dengan Uskup setempat.

Dengan berjalannya waktu, saya semakin yakin, bahwa inspirasi awal itu bukan hanya dari saya sendiri, melainkan bersumber pada Tuhan sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar