Komunitas Tritunggal Mahakudus (selanjutnya disebut
KTM) lahir dalam suatu retret yang diadakan di Ngadireso pada 11 Januari 1987
di Ngadireso. Retret ini dihadiri oleh saudara-saudara dari keuskupan Malang
dan Surabaya. Pada waktu itulah untuk pertama kalinya KTM lahir dan terus
berkembang hingga hari ini. Karena pembentukan komunitas itu terjadi pada
tanggal 11 Januari, maka baiklah tanggal 11 Januari 1987 kita tetapkan sebagai
hari jadinya KTM.
Alasan
dasar mengapa saya mendirikan KTM adalah suatu kesadaran ganda, yaitu:
1. Untuk terus tumbuh dan berkembang dalam hidup baru dan
hidup dalam Roh, dalam situasi zaman ini, umat membutuhkan orang-orang lain
yang seiman dan sekeyakinan untuk tumbuh bersama di dalam Tuhan. Dengan kata
lain, mereka membutuhkan suatu komunitas.
- Dalam Gereja dibutuhkan kader-kader awam yang sungguh-sungguh karismatik dan sungguh-sungguh Katolik.
Pada waktu itu saya melihat, bahwa orang-orang yang
terjun dalam Pembaharuan Karismatik memang sungguh-sungguh diperbaharui
hidupnya dan bersemangat besar setelah mendapat pencurahan Roh Kudus. Itulah
sebabnya juga mengapa dengan gigih saya terus memperkembangkan pembaharuan itu,
walaupun untuk itu saya harus banyak menanggung penderitaan. Namun saya juga
melihat, bahwa untuk berkembang secara benar, baik ke dalam maupun keluar,
dibutuhkan suatu pembinaan yang terarah dan teratur. Kehidupan karismatik dalam
persekutuan doa biasa umumnya tidak memadai. Pada waktu itu saya juga sudah
melihat, bahwa banyak sekali rang-orang Katolik, khususnys di Jakarta, yang
terjun dalam pembaharuan karismatik, telah terkontaminasi secara tidak sehat
oleh kelompok-kelompok nonKatolik, sehingga tanpa disadari iman mereka tidak
murni Katolik lagi. Bahkan ada tokoh-tokohnya yang meremehkan
sakramen-sakramen, Bunda Maria, dll. Karena itu, setelah mempertimbangkan
semuanya, saya terdorong untuk mendirikan suatu komunitas awam dengan ciri-ciri
berikut:
- Suatu Komunitas yang seutuhnya karismatik dan seutuhnya Katolik
- Tempat pembinaan kader-kader awam yang handal, yang memberikan jaminan mutu, yang setia dan berdedikasi tinggi.
Dengan demikian anggota-anggotanya diharapkan dapat
menjadi:
1. Orang-orang Katolik yang
penuh iman dan Roh Kudus, mengenal Allah secara pribadi dan menjadikan Yesus
Kristus pusat hidupnya.
2. Orang-orang Katolik yang
dewasa, yang dapat mempertanggungjawabkan imannya serta yang mencintai Gereja.
3. Saksi-saksi Kristus yang
meyakinkan, yang dapat memberikan kesaksian tentang Yesus Kristus dalam
lingkungan hidup masing-masing.
4. Orang-orang Katolik yang
memiliki semangat pelayanan sejati, yang dapat melakukan pelayanan terpadu
sebagai komunitas dalam kesatuan dengan Uskup setempat.
Dengan berjalannya waktu, saya semakin yakin, bahwa
inspirasi awal itu bukan hanya dari saya sendiri, melainkan bersumber pada
Tuhan sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar